
Desa Bolli, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan menjadi saksi momen bersejarah dalam program ketahanan pangan nasional. Pada Jumat, 16 Mei 2025, hamparan ladang jagung yang luas dipenuhi semangat petani dan antusiasme warga menyambut dua tokoh nasional: Menteri Pertanian RI H. Andi Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Keduanya hadir dalam panen raya jagung Bone sebagai bagian dari penguatan program swasembada pangan. Tidak hanya hadir, Mentan dan Kapolri turut memanen jagung langsung di lapangan dan bahkan mencoba sendiri traktor roda empat HTR-885 dari Harfia, menandakan pentingnya peran mekanisasi pertanian dalam mendorong efisiensi dan produktivitas petani Indonesia.

Dalam suasana panen yang meriah, Mentan dan Kapolri menunjukkan komitmen terhadap modernisasi pertanian dengan mencoba langsung traktor roda empat HTR-885. Traktor ini merupakan produk unggulan dari Harfia yang dirancang untuk lahan pertanian dengan kontur bervariasi dan daya tahan tinggi terhadap penggunaan intensif di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan desain tangguh dan fitur kemudahan operasional, HTR-885 menjadi solusi ideal bagi petani yang ingin meningkatkan produktivitas tanpa harus mengandalkan banyak tenaga kerja. Aksi Mentan dan Kapolri ini sekaligus menjadi pesan simbolik bahwa mekanisasi adalah bagian tak terpisahkan dari masa depan pertanian nasional.

Dalam pernyataannya, Menteri Pertanian menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan penuh Kapolri terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia menyebutkan bahwa tahun ini, Indonesia mencetak sejarah baru dengan lonjakan produksi jagung hingga 39 persen, dan padi yang naik hingga 52 persen dibanding tahun sebelumnya.
Capaian ini dilaporkan langsung kepada Presiden RI sebagai bentuk keberhasilan program nasional. Untuk mendukung kelancaran distribusi dan kesejahteraan petani, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk menyerap 1 juta ton jagung dengan harga Rp5.500 per kilogram di tingkat petani.
“Ketahanan pangan itu identik dengan ketahanan negara. Kita harus jaga harga di tingkat petani, karena mereka adalah ujung tombak bangsa,” ujar Menteri Amran Sulaiman.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan peran Polri dalam mendukung penuh program prioritas nasional. Menurutnya, panen jagung bukan hanya soal pertanian, tetapi merupakan bagian dari kekuatan negara dalam menjaga stabilitas dan kemandirian.
“Jika kita memiliki ketahanan dan kemandirian pangan, maka negara akan semakin kuat. Ini adalah bagian dari Asta Cita Presiden yang harus kita kawal bersama,” ujar Kapolri di sela panen jagung Bone.
Kapolri juga menyampaikan bahwa Polri turut aktif menyiapkan gudang-gudang penampungan hasil panen yang sesuai standar Bulog, sekaligus menjaga rantai distribusi agar hasil panen petani dapat diserap secara maksimal.
Dalam acara ini, traktor roda empat HTR-885 menjadi salah satu sorotan utama. Traktor ini dikembangkan oleh Harfia untuk menjawab kebutuhan petani di lahan menengah hingga besar. Dengan kekuatan mesin yang mumpuni, transmisi yang mudah dioperasikan, serta sistem penggerak roda yang kuat, HTR-885 memungkinkan berbagai pekerjaan pertanian.
HTR-885 juga dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan petani lokal, mulai dari efisiensi bahan bakar, kemudahan perawatan, hingga dukungan teknis & purna jual 24/7.
Keterlibatan Harfia dalam acara panen jagung Bone bukan hanya bentuk partisipasi, tetapi bagian dari misi perusahaan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penyediaan alsintan yang handal dan berkelanjutan. Dalam beberapa tahun terakhir, Harfia telah menyalurkan berbagai jenis alsintan.
Melalui pendekatan yang berbasis kebutuhan petani dan didukung oleh pelatihan serta layanan purna jual, Harfia memperkuat kepercayaan petani terhadap alsintan nasional.
Panen raya jagung di Bone menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya program, tapi gerakan bersama. Sinergi antara pemerintah, aparat, petani, dan sektor swasta seperti Harfia adalah kunci mewujudkan cita-cita Indonesia mandiri pangan.
Melalui kehadiran teknologi seperti HTR-885, Harfia mengambil bagian nyata dalam perjalanan panjang menuju pertanian modern. Panen ini adalah bukti bahwa kemajuan bisa dimulai dari ladang, dan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar yang tumbuh dari desa-desa.